Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah

Jadwal Pengumuman PLN Meleset 2 Jam, Warga Batukaropa: Ini Informasi atau Sekadar Janji?


 Jadwal Pengumuman PLN Meleset 2 Jam, Warga Batukaropa: Ini Informasi atau Sekadar Janji? Perbesar

BULUKUMBA, SuaraRepublik — Banner informasi Pengumuman pemadaman disejumlah wilayah di Bulukumba oleh PLN Panlita Lopi Bulukumba yang banyak beredar digrup WhatsApp tuai banyak sorotan.

Sorotan tersebut datang dari sejumlah warga di desa Batukaropa sebagai titik lokasi yang tercantum dalam jadwal pemadaman pada pengumuman tersebut. Tercatat Pukul 13.00 WITA seharusnya menjadi penanda berakhirnya penantian tersebut untuk wilayah desa Batukaropa.

Baca Artikel:  DLHK Bulukumba Layangkan Surat Penghentian Aktivitas Tambang Galian C di Mampua, Minta Pengelola Lengkapi Izin
Hal tersebut tertulis jelas dalam pengumuman peningkatan keandalan listrik oleh PLN ULP Panrita Lopi Bulukumba pada Sabtu 05 September 2026, Sebagaimana dijelaskan dalam pengumuman tersebut yang ramai beredar dimedia sosial dan grup percakapan WhatsApp, PLN melakukan pengaturan beban pada beberapa wilayah akibat pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan sehingga listrik di sejumlah wilayah terdampak pemadaman.

Ironisnya, dalam jadwal pemadaman tersebut sangat jelas tertulis, untuk jadwal pertama Pukul 10.00–13.00 WITA untuk wilayah, Bonto Manai, Tanah harapan, Talle-talle, Seppang, Polewali, Bijawang, Takkue, Tanah Cellae, Padangloang, Parukku, Anrang, Galunglohe, Bonto rita, Lonrong, Takkue, Katangka, Batu karopa, Panasa, Kalicompeng, dsk.

Namun kenyataannya listrik baru kembali nyala pada pukul 15.00 di desa Batukaropa, yang sangat jauh berbeda dari yang tertera dalam pengumuman tersebut.

Sejumlah warga yang sempat membaca i formasi pengumuman itu geram, pasalnya dijanjikan. Pukul 13.00 Wita, namun waktu itu berlalu. Listrik belum juga menyala.

Warga pun resah menunggu ditengah munculnya pengumuman yang dinilai ingkar.

Hingga sekitar pukul 15.00 WITA, atau kurang lebih dua jam dari batas waktu yang diumumkan, barulah aliran listrik disebut kembali normal.

” Jam tiga mami pak baru menyala listrik dirumaku, padahal saya baca betul pengumuman PLN itu di WhatsApp dari kiriman teman, heranka saya PLN kalau begini, karna mulai mau belajar membohongi masyarakat pak”* Ungkap Jumriati, Seorang ibu rumah tangga yang juga pelaku usaha kecil dari desa Batukaropa, Sabtu (05/09).

Baca Artikel:  Diduga Kembali Beroperasi Diam-Diam, Tambang Galian C Mampua Bulukumba Dituding Abaikan Perintah Penghentian
Di titik inilah persoalan warga bukan lagi sekadar tentang listrik yang padam.

Persoalannya adalah kepastian.

PLN memang telah menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan demi menjaga keandalan sistem dan layanan listrik.

Masyarakat pun pada dasarnya memahami bahwa pekerjaan pemeliharaan membutuhkan waktu dan terkadang menghadapi kondisi teknis di lapangan.

Tetapi ketika sebuah jadwal diumumkan kepada publik, masyarakat tentu akan menjadikannya sebagai patokan untuk mengatur aktivitas.

Idawati, yang juga Warga Batukaropa mengaku kesal melihat adanya ketidaksesuaian dioenyanoaian dalam pengumuman dan fakta yang terjadi.

Dirinya pun mengaku menyesal membagikan banner informasi pengumuman tersebut kepada kerabat dan tetqngganya, mengingat lain tertulis lain yang terjqdi.

” Saya rasanya yang malu pak sama tetangga, saya bilangmi juga menyala jam 13.09 alias jam satu nanti itu setelah pemadaman disekitar jam 10.00, namun kewatmi jam dua siang belum juga menyala”, Ujar Idawati.

Ia juga mengingatkan dengan nada kesal kepada pihak pln Panrita lopi agar jangan menshare dan membagikan informasi jadwal dan batas waktu pemadaman jika pada akhirnya tidak sesuai.

” Tolong pihak PLN jangan asal menulis.pengumunan, karena di jam jadwal menyala itu, kami sudah siap siap juga untuk menggunakan listrik namun belum nyala, ini namanya berita hoaks pak kalau begini”, Ungkap Idawati kesal.

Bukan saja Sukawati dan Idawati yang kesal, sejumlah Warga Batukaropa lainnya pun mengaku tertipu dari informasi itu.

“Kami paham kalau ada pemeliharaan. Yang kami pertanyakan adalah waktunya. Kalau disampaikan sampai pukul 13.00, masyarakat tentu berharap listrik kembali sekitar waktu itu. Kenyataannya baru menyala sekitar pukul 15.00,” ujar seorang warga Batukaropa lainnya.

Menurut warga, apabila pekerjaan mengalami keterlambatan, PLN seharusnya memberikan pembaruan informasi. Dengan demikian, masyarakat tidak terus menunggu berdasarkan jadwal awal yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan pekerjaan.

“Kalau memang belum selesai, sampaikan kepada masyarakat. Jangan biarkan warga menunggu tanpa kepastian. Informasi itu penting karena masyarakat juga punya aktivitas yang harus diatur,” katanya.

Dua Jam yang Bukan Sekadar Angka

Selisih dua jam mungkin terlihat sederhana di atas kertas.

Namun bagi masyarakat yang aktivitasnya bergantung pada listrik, dua jam bisa berarti banyak hal.

Bagi pelaku usaha usaha kecil seperti Jumriati, itu bisa berarti waktu produksi yang tertunda. Bagi rumah tangga, aktivitas yang seharusnya berjalan normal harus menunggu. Bagi masyarakat yang membutuhkan perangkat elektronik untuk bekerja, berkomunikasi, atau menjalankan kegiatan sehari-hari, keterlambatan pasokan listrik menjadi gangguan nyata.

Karena itu, persoalannya tidak berhenti pada pertanyaan kapan listrik menyala.

Ada persoalan lain yang lebih mendasar: bagaimana PLN membangun kepercayaan pelanggan melalui informasi yang akurat.

Jadwal pemadaman pada dasarnya adalah bentuk komunikasi publik. Ketika PLN menyebut waktu tertentu, masyarakat memiliki ekspektasi berdasarkan informasi tersebut.

Jika terjadi perubahan, maka perubahan itu pula yang semestinya dikomunikasikan.

Warga Soroti Janji Waktu yang Tak Terpenuhi

Kekecewaan warga pun muncul karena informasi yang diberikan dianggap tidak mencerminkan kondisi aktual.

“Jangan hanya memberikan jadwal. Kalau jadwal itu tidak bisa dipenuhi karena pekerjaan membutuhkan waktu lebih lama, berikan informasi terbaru. Kami tidak meminta PLN menjamin tidak ada pemadaman, tetapi kami meminta kejelasan,” tutur warga.

Warga bahkan menilai ketidaksesuaian semacam ini berpotensi membuat informasi resmi PLN kehilangan kredibilitas di mata pelanggan.

Baca Artikel:  Babyproofing Made Easy At Home and On the Go
Sebab, bila masyarakat berkali-kali mendapati jadwal yang diumumkan tidak sama dengan kenyataan, bukan tidak mungkin muncul anggapan bahwa informasi tersebut sekadar formalitas. Dan dilain waktu warga mungki akan tidak lagi percaya informasi pemadaman dari PLN.

Hingga berita ini ditayangkan, redaksi tetap menunggu dan menyiapkan space ruang klarifikasi dari pihak PLN Panrita Lopi.

Artikel ini telah dibaca 30 kali

Baca Lainnya

Bupati Sidrap Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan 2026–2031, Dorong Pemuda Perkuat Gerakan Sosial

28 September 2026 - 06:56

Kabel Semrawut di RSUD Bulukumba Disorot, Dinilai Tak Seharum Nama dan Citra Rumah Sakit

24 September 2026 - 06:14

Dinilai Kurang Ramah, Sikap Petugas Pelayanan Pendaftaran IGD RSUD Bulukumba Dikeluhkan

23 September 2026 - 05:41

Dukung Jambore Pelayanan Publik, SMPN 37 Bulukumba Gelar Kerja Bakti di Lapangan Andi Salengke

23 September 2026 - 03:14

Produksi Beras Sulawesi Selatan Tembus 2,6 Juta Ton, Panen Jadi Penyangga Pangan Nasional

23 September 2026 - 00:13

Jambore Pelayanan Publik Bulukumba Dimulai di Kindang, 20 Lebih Layanan Hadir di Lapangan

22 September 2026 - 16:41

Trending di Daerah
Share via
Copy link