MAKASSAR | SuaraRepublik — Hamparan sawah di sejumlah sentra pertanian Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun ini, produksi beras di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 2,6 juta ton.
Angka itu bukan sekadar catatan produksi. Di tengah tantangan perubahan cuaca dan kebutuhan pangan yang terus berjalan, capaian tersebut menjadi penanda penting bagi kemampuan Sulawesi Selatan menjaga pasokan beras, baik untuk kebutuhan masyarakat di dalam daerah maupun distribusi ke wilayah lain.
Peningkatan produksi ditopang oleh optimalisasi masa panen serta dukungan sarana pertanian di sejumlah kabupaten yang menjadi sentra produksi.Aktivitas pertanian yang terjaga membuat aliran pasokan beras tetap bergerak hingga mendekati penghujung tahun.

Di balik capaian tersebut, tantangan cuaca menjadi salah satu faktor yang harus dihadapi petani dan pemerintah daerah.
Sejumlah wilayah sentra, termasuk Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga produktivitas lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Dilansir dari Rakyat Sulsel (Fajar Group) menyebutkan, langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait turut menopang keberlanjutan produksi.
Bagi Sulawesi Selatan, menjaga produksi bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini. Setiap ton beras yang dipanen juga menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang menghubungkan sawah-sawah di daerah dengan konsumen di berbagai wilayah.Pemerintah daerah dan instansi terkait pun optimistis pasokan beras untuk kebutuhan lokal maupun distribusi antarpulau tetap dapat dipenuhi hingga akhir tahun.
Dengan produksi yang telah mencapai 2,6 juta ton hingga triwulan ketiga, Sulawesi Selatan memasuki penghujung tahun dengan satu modal penting: kemampuan mempertahankan produktivitas di tengah tekanan cuaca dan dinamika kebutuhan pangan.
Sawah-sawah di Pinrang, Sidrap, dan daerah sentra lainnya pada akhirnya tidak hanya menghasilkan gabah. Dari hamparan lahan itu, sebagian kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Selatan dan wilayah lain turut bergantung.(*)











