Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah

Produksi Beras Sulawesi Selatan Tembus 2,6 Juta Ton, Panen Jadi Penyangga Pangan Nasional


 Produksi Beras Sulawesi Selatan Tembus 2,6 Juta Ton, Panen Jadi Penyangga Pangan Nasional Perbesar

MAKASSAR | SuaraRepublik — Hamparan sawah di sejumlah sentra pertanian Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hingga memasuki triwulan ketiga tahun ini, produksi beras di provinsi tersebut telah mencapai sekitar 2,6 juta ton.

Angka itu bukan sekadar catatan produksi. Di tengah tantangan perubahan cuaca dan kebutuhan pangan yang terus berjalan, capaian tersebut menjadi penanda penting bagi kemampuan Sulawesi Selatan menjaga pasokan beras, baik untuk kebutuhan masyarakat di dalam daerah maupun distribusi ke wilayah lain.

Baca Artikel:  Antrean BBM di Makassar Jadi Perhatian, Ini Perkembangan Pengaturannya
Peningkatan produksi ditopang oleh optimalisasi masa panen serta dukungan sarana pertanian di sejumlah kabupaten yang menjadi sentra produksi.

Aktivitas pertanian yang terjaga membuat aliran pasokan beras tetap bergerak hingga mendekati penghujung tahun.

Di balik capaian tersebut, tantangan cuaca menjadi salah satu faktor yang harus dihadapi petani dan pemerintah daerah.

Sejumlah wilayah sentra, termasuk Kabupaten Pinrang dan Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi bagian dari upaya mitigasi untuk menjaga produktivitas lahan di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Dilansir dari Rakyat Sulsel (Fajar Group) menyebutkan, langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi terkait turut menopang keberlanjutan produksi.

Baca Artikel:  Putusan MA 33 K/Ag/2024 Disorot, KKRB Desak PA Bulukumba Segera Eksekusi
Bagi Sulawesi Selatan, menjaga produksi bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini. Setiap ton beras yang dipanen juga menjadi bagian dari rantai pasok pangan yang menghubungkan sawah-sawah di daerah dengan konsumen di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah dan instansi terkait pun optimistis pasokan beras untuk kebutuhan lokal maupun distribusi antarpulau tetap dapat dipenuhi hingga akhir tahun.

Dengan produksi yang telah mencapai 2,6 juta ton hingga triwulan ketiga, Sulawesi Selatan memasuki penghujung tahun dengan satu modal penting: kemampuan mempertahankan produktivitas di tengah tekanan cuaca dan dinamika kebutuhan pangan.

Sawah-sawah di Pinrang, Sidrap, dan daerah sentra lainnya pada akhirnya tidak hanya menghasilkan gabah. Dari hamparan lahan itu, sebagian kebutuhan pangan masyarakat Sulawesi Selatan dan wilayah lain turut bergantung.(*)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Bupati Sidrap Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan 2026–2031, Dorong Pemuda Perkuat Gerakan Sosial

28 September 2026 - 06:56

Kabel Semrawut di RSUD Bulukumba Disorot, Dinilai Tak Seharum Nama dan Citra Rumah Sakit

24 September 2026 - 06:14

Dinilai Kurang Ramah, Sikap Petugas Pelayanan Pendaftaran IGD RSUD Bulukumba Dikeluhkan

23 September 2026 - 05:41

Dukung Jambore Pelayanan Publik, SMPN 37 Bulukumba Gelar Kerja Bakti di Lapangan Andi Salengke

23 September 2026 - 03:14

Jambore Pelayanan Publik Bulukumba Dimulai di Kindang, 20 Lebih Layanan Hadir di Lapangan

22 September 2026 - 16:41

Antrean BBM di Makassar Jadi Perhatian, Ini Perkembangan Pengaturannya

22 September 2026 - 08:26

Trending di Daerah
Share via
Copy link