Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Agu 2026 10:11 WIB ·

Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Tuai Sorotan


 Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Tuai Sorotan Perbesar

Manggarai, SuaraRepublik  – Seorang dokter yang bertugas di RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah komentarnya di media sosial mengenai pasien pengguna BPJS Kesehatan menjadi viral dan memicu kecaman dari warganet.

Informasi tersebut diberitakan oleh detikNews yang mengutip laporan detikBali.

Baca Artikel:  Dari Lereng Bulukumba, Desa Salassae Memulai Jalan Baru Menuju Kampung Agroekologi
Kasus ini bermula ketika seorang pasien mengunggah keluhan karena harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah muncul sejumlah komentar dari tenaga kesehatan, termasuk komentar seorang dokter yang menyinggung “ruang jenazah” sebagai tempat yang selalu tersedia. Komentar tersebut dinilai tidak mencerminkan empati terhadap pasien.

Baca Artikel:  20 Questions You Should Always Ask About Playstation Before Buying It
Setelah menuai kritik luas, dokter yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.

Ia mengaku menyesali ucapannya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien yang telah meninggal dunia, serta menyatakan siap menerima konsekuensi, baik melalui proses etik profesi maupun proses hukum apabila diperlukan.

Baca Artikel:  Usai Demo GAM, Kejari Palopo Perketat Pengawasan Proyek PN Rp19,1 Miliar
Sementara itu, manajemen RSUD Ruteng menjelaskan bahwa komentar tersebut merupakan pendapat pribadi yang disampaikan di luar kapasitas dokter sebagai tenaga medis rumah sakit.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa peristiwa yang dikeluhkan pasien tidak terjadi di RSUD Ruteng sehingga tidak mewakili pelayanan institusi tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik, khususnya bagi tenaga kesehatan.

Sikap profesional dan empati dinilai harus tetap dijunjung tinggi, baik saat memberikan pelayanan kepada pasien maupun ketika berinteraksi di media sosial.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Aktivis Sulsel Minta Polres Usut Dugaan Penyerobotan Tanah yang Berlangsung Tiga Tahun di Cempae Bone. Mediasi Desa hingga Polsek Gagal Mencapai Kesepakatan

5 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Prabowo Antar Langsung Keberangkatan PM Thailand Anutin, Tutup Kunjungan Resmi yang Perkuat Kemitraan Strategis

5 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Ironi di Luwu Timur: Saat Petani Dipuji Negara, Warga Laoli Mengaku Terusir dari Tanah Garapan

4 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Usai Demo GAM, Kejari Palopo Perketat Pengawasan Proyek PN Rp19,1 Miliar

4 Agustus 2026 - 14:49 WIB

Dari Lereng Bulukumba, Desa Salassae Memulai Jalan Baru Menuju Kampung Agroekologi

4 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Hello world!

4 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Trending di Peristiwa