Menu ✖

Mode Gelap
 

Peristiwa

Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Tuai Sorotan


 Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Tuai Sorotan Perbesar

Manggarai, SuaraRepublik  – Seorang dokter yang bertugas di RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur, menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah komentarnya di media sosial mengenai pasien pengguna BPJS Kesehatan menjadi viral dan memicu kecaman dari warganet.

Informasi tersebut diberitakan oleh detikNews yang mengutip laporan detikBali.

Baca Artikel:  Tambang Galian C di Belakang Bendung Swadaya Petani Ujung Loe Disorot, LIPAN Minta APH Cek Legalitas
Kasus ini bermula ketika seorang pasien mengunggah keluhan karena harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan kamar perawatan di rumah sakit.

Unggahan tersebut kemudian ramai diperbincangkan setelah muncul sejumlah komentar dari tenaga kesehatan, termasuk komentar seorang dokter yang menyinggung “ruang jenazah” sebagai tempat yang selalu tersedia. Komentar tersebut dinilai tidak mencerminkan empati terhadap pasien.

Baca Artikel:  Detik-detik Mencekam Evakuasi Remaja Terjebak Arus Sungai Deras di Padang
Setelah menuai kritik luas, dokter yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya.

Ia mengaku menyesali ucapannya, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga pasien yang telah meninggal dunia, serta menyatakan siap menerima konsekuensi, baik melalui proses etik profesi maupun proses hukum apabila diperlukan.

Baca Artikel:  Babyproofing Made Easy At Home and On the Go
Sementara itu, manajemen RSUD Ruteng menjelaskan bahwa komentar tersebut merupakan pendapat pribadi yang disampaikan di luar kapasitas dokter sebagai tenaga medis rumah sakit.

Pihak rumah sakit juga menegaskan bahwa peristiwa yang dikeluhkan pasien tidak terjadi di RSUD Ruteng sehingga tidak mewakili pelayanan institusi tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik, khususnya bagi tenaga kesehatan.

Sikap profesional dan empati dinilai harus tetap dijunjung tinggi, baik saat memberikan pelayanan kepada pasien maupun ketika berinteraksi di media sosial.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Malam Mencekam di Samallangi: Rumah Rumah Pengusaha “Sultan Sidrap” Dilalap Api

30 September 2026 - 07:16

Bupati Sidrap Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan 2026–2031, Dorong Pemuda Perkuat Gerakan Sosial

28 September 2026 - 06:56

Kericuhan Tallo Memanas: Bentrokan Remaja Berujung Penembakan dan Pembakaran Pos Guard

27 September 2026 - 22:01

Detik-detik Mencekam Evakuasi Remaja Terjebak Arus Sungai Deras di Padang

27 September 2026 - 20:30

TAPAK PELANGI: Cara TK Negeri Pertiwi Bulukumba Ciptakan Ruang Bermain yang Kreatif

25 September 2026 - 05:30

Kabel Semrawut di RSUD Bulukumba Disorot, Dinilai Tak Seharum Nama dan Citra Rumah Sakit

24 September 2026 - 06:14

Trending di Daerah
Share via
Copy link