MAKASSAR, SuaraRepublik – DPRD Kota Makassar mendesak PT PLN (Persero) memberikan kompensasi kepada masyarakat yang terdampak pemadaman listrik bergilir. Kompensasi yang diusulkan berupa potongan tagihan listrik hingga 50 persen selama periode pemadaman.
Ketua Komisi C DPRD Makassar, Azwar Rasmin, mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung berulang sejak Senin (31/8) telah memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Menurut Azwar, dampak pemadaman tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha. Sejumlah sektor seperti kafe hingga industri dinilai ikut mengalami kerugian akibat terganggunya pasokan listrik.“Pemadaman listrik yang terjadi berulang tentu memberikan dampak bagi masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Azwar, dilansir dari laman kabarmakassar.com, Selasa (8/9/2026).
Ia meminta PLN memberikan penjelasan secara transparan mengenai penyebab pemadaman sekaligus menyampaikan solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Azwar menilai kompensasi kepada pelanggan perlu menjadi perhatian PLN sebagai bentuk tanggung jawab atas gangguan pelayanan yang dirasakan masyarakat.
“Kami mendorong adanya kompensasi, salah satunya berupa potongan tagihan listrik hingga 50 persen selama masyarakat terdampak pemadaman,” katanya.
Selain meminta PLN memberikan kompensasi, DPRD Makassar juga mendorong Pemerintah Kota Makassar ikut mengadvokasi kepentingan warga. Pemkot diharapkan dapat berkoordinasi dengan PLN agar masyarakat yang terdampak memperoleh keringanan biaya listrik.Keringanan tersebut dapat berupa diskon tagihan maupun pembebasan biaya listrik selama layanan mengalami gangguan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
DPRD Makassar juga meminta persoalan pemadaman bergilir tidak berlarut-larut karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.











