GOWA | SuaraRepublik — Bisnis rental mobil kembali menghadapi ancaman dari modus kejahatan yang memanfaatkan kepercayaan pemilik kendaraan. Di Sulawesi Selatan, jaringan yang diduga mengincar mobil-mobil rental akhirnya terbongkar setelah sejumlah pemilik kendaraan kehilangan kendali atas armada yang mereka sewakan.
Satuan Reserse Kriminal Polresta Gowa mengungkap kasus penggelapan kendaraan roda empat yang menyasar usaha rental mobil. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan puluhan unit kendaraan yang diduga berkaitan dengan perkara serta menahan sejumlah orang yang diduga terlibat.
Dari pemberitaan sejumlah media, kasus ini dikabarkan bermula dari laporan para pemilik rental. Kecurigaan muncul ketika mereka tidak lagi dapat memantau keberadaan kendaraan yang sebelumnya disewakan kepada pelanggan.
Kendaraan yang semestinya kembali setelah masa sewa berakhir justru tidak diketahui keberadaannya.Dari penelusuran polisi, kasus tersebut kemudian mengarah pada dugaan jaringan penggelapan kendaraan dengan modus yang tidak sederhana. Para pelaku diduga menggunakan dokumen identitas dan dokumen kendaraan yang dipalsukan untuk menguasai mobil-mobil rental.
Kendaraan yang berhasil dikuasai kemudian diduga dialihkan dengan cara dijual atau digadaikan secara ilegal.
Pengungkapan ini menjadi titik penting bagi para pemilik usaha rental yang selama ini mengandalkan sistem kepercayaan dalam menjalankan bisnis. Hilangnya satu kendaraan saja dapat berarti kerugian besar, terlebih ketika kendaraan tersebut merupakan bagian dari armada yang terus diputar untuk menghasilkan pendapatan.
Polresta Gowa masih mengembangkan penyidikan untuk mengurai jaringan tersebut lebih jauh. Polisi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat serta keberadaan kendaraan yang hingga kini belum berhasil ditemukan.Di balik puluhan kendaraan yang kini menjadi barang bukti, terdapat persoalan yang lebih luas: bagaimana sebuah kendaraan yang disewakan untuk mencari penghasilan dapat berpindah tangan melalui rangkaian modus yang memanfaatkan identitas dan dokumen palsu.
Penyidikan masih berjalan. Jejak kendaraan-kendaraan yang belum ditemukan pun masih terus ditelusuri polisi. (*).











