BULUKUMBA | SuaraRepublik— Sebuah tumpeng sederhana menjadi simbol persaudaraan yang jauh lebih besar di tengah hangatnya hubungan TNI-Polri di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Pada peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026, Kapolsek Kindang, IPTU Hendra Yunus, S.H., datang membawa kejutan ke Koramil 1411-01/Gantarang-Kindang. Bukan sekadar kunjungan silaturahmi, kedatangan tersebut menjadi penanda bahwa soliditas dua institusi negara dapat tumbuh dari hal-hal sederhana: saling menghormati, saling menguatkan, dan hadir dalam momentum kebahagiaan bersama.
Kegiatan berlangsung di Makoramil 1411-01/Gantarang-Kindang, Kelurahan Matekko, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 10.40 WITA.

Kedatangan IPTU Hendra Yunus disambut hangat oleh Danramil 1411-01/Gantarang-Kindang, Kapten Inf. Muhammad Amir, bersama jajaran personel Koramil.
Suasana pun seketika mencair dalam nuansa kekeluargaan. Kapolsek Kindang menyerahkan tumpeng ulang tahun kepada Danramil sebagai bentuk penghormatan sekaligus apresiasi terhadap pengabdian TNI yang telah memasuki usia 81 tahun.
Momen sederhana itu menjadi semakin bermakna ketika Kapolsek Kindang dan Danramil berjabat tangan erat sembari memegang tumpeng bersama.
Di balik simbol sederhana tersebut tersirat pesan yang kuat: TNI dan Polri bukan sekadar berdiri berdampingan dalam menjaga keamanan, tetapi juga berbagi ruang dalam semangat persaudaraan untuk mengabdi kepada masyarakat.
TNI-Polri Disebut Pilar Utama Menjaga Keutuhan NKRIDalam kesempatan tersebut, IPTU Hendra Yunus menyampaikan ucapan selamat atas HUT ke-81 TNI sekaligus menegaskan pentingnya menjaga sinergitas antara TNI dan Polri.
“Atas nama keluarga besar Polsek Kindang Polres Bulukumba, kami mengucapkan Dirgahayu TNI ke-81. TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian TNI untuk bangsa dan negara,” ujar IPTU Hendra Yunus.
Menurutnya, TNI dan Polri merupakan dua pilar penting dalam menjaga kedaulatan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia memastikan sinergi tersebut akan terus diperkuat, khususnya di wilayah Kindang dan Gantarang.
“Sinergitas TNI-Polri adalah harga mati. Kami di wilayah Kindang dan Gantarang akan terus bersinergi dan berkolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengawal pembangunan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sinergitas TNI-Polri tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih jauh, kebersamaan kedua institusi menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sekaligus mendukung pembangunan daerah.Danramil: Bentuk Persaudaraan yang Tulus
Sementara itu, Danramil 1411-01/Gantarang-Kindang, Kapten Inf. Muhammad Amir, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kejutan yang diberikan jajaran Polsek Kindang.
Baginya, kehadiran tersebut bukan hanya sebuah ucapan selamat ulang tahun, melainkan cermin persaudaraan yang tumbuh di antara personel TNI dan Polri.
“Kami sangat terharu dan berterima kasih. Ini adalah bentuk persaudaraan yang tulus. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin, TNI-Polri semakin solid dan semakin dicintai rakyat,” ungkap Kapten Inf. Muhammad Amir.
Kebersamaan itu menjadi warna tersendiri dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Bulukumba. Sebuah tumpeng hadir bukan semata sebagai hidangan perayaan, tetapi menjelma simbol penghormatan, persaudaraan, dan komitmen untuk terus berjalan dalam satu barisan pengabdian.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Gantarang Kompol H. Haedar Muis, S.Sos., S.H., M.H., Danpos Kindang Pelda Muh. Rusdi, personel Polsek Kindang, personel Polsek Gantarang, serta personel Koramil 1411-01/Gantarang-Kindang.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Di tengah dinamika tugas menjaga keamanan masyarakat, momentum seperti ini mengingatkan bahwa kekuatan sebuah institusi bukan hanya terletak pada seragam dan kewenangan, tetapi juga pada kemampuan membangun kepercayaan dan persaudaraan.
Dari sebuah tumpeng, lahir pesan sederhana: ketika TNI dan Polri berdiri dalam satu irama, masyarakat mendapatkan rasa aman, dan pengabdian menemukan maknanya. (FM)*











