MANADO | SuaraRepublik — Ada saat ketika perjalanan ribuan kilometer harus berhenti hanya karena sesuatu yang tampak sederhana: asap.
Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, sempat menutup sementara operasional penerbangan pada Selasa (6/10/2026).
Penyebabnya adalah kebakaran rumput di sekitar runway 18 yang menghasilkan asap cukup tebal hingga mengganggu jarak pandang.

Keselamatan menjadi alasan utama penyesuaian operasional.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah penerbangan terdampak. ANTARA mencatat penerbangan Lion Air JT 749 rute Manado-Surabaya mengalami delay, sedangkan Wings Air IW 1174 rute Manado-Ternate juga terdampak.
Di bandara, jarak pandang bukan sekadar angka.
Ia menentukan apakah sebuah pesawat boleh mendarat.Ia menentukan apakah sebuah pesawat boleh tinggal landas.
Dan terkadang, keputusan paling aman adalah menunggu.
Asap akhirnya menjadi penghalang antara pesawat dan landasan.
Bagi penumpang, mungkin itu berarti jadwal yang berubah.
Namun di balik keterlambatan itu terdapat prinsip yang jauh lebih penting: keselamatan tidak boleh dikalahkan oleh ketepatan waktu.
Pesawat bisa menunggu. Perjalanan bisa ditunda. Tetapi keselamatan penumpang tidak memiliki tombol ulang.Dan pada hari itu, langit Manado mengajarkan satu hal sederhana: bahkan perjalanan yang sudah direncanakan dengan sempurna tetap bisa dihentikan oleh sesuatu yang tidak terlihat dalam jadwal. (Red)*











