GOWA | SuaraRepublik— Penipuan itu tidak datang dengan wajah yang menakutkan.
Ia datang lewat WhatsApp.Dimulai dengan percakapan. Kemudian hadiah. Lalu janji keuntungan.
Seorang warga Gowa berinisial AM akhirnya kehilangan sekitar Rp900 juta hanya dalam satu hari setelah terjebak sindikat penipuan online dengan modus investasi dan situs phishing.

Menurut laporan tersebut, pelaku terlebih dahulu membangun komunikasi intens dengan korban melalui WhatsApp. Korban bahkan dikirimi paket hadiah berupa holder telepon seluler sebanyak tiga kali.
Setelah kepercayaan terbentuk, korban dimasukkan ke grup WhatsApp dan diarahkan mengisi data pada sebuah situs.
Kemudian datanglah tawaran investasi.Awalnya korban diminta melakukan top-up sebesar Rp500 ribu. Setelah itu, nominal yang diminta terus meningkat.
Dalam tekanan pelaku, korban mencari pinjaman, menjual emas, hingga menggadaikan rumah.
Dalam satu hari, uang sekitar Rp900 juta habis.
Kuasa hukum korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polresta Gowa. Polisi membenarkan laporan dan menyatakan penyelidikan tengah dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan pelaku.
IDN Times juga melaporkan bahwa korban mengalami trauma berat.
Ada sesuatu yang mengerikan dari penipuan digital semacam ini.
Pelaku tidak perlu datang mengetuk pintu.
Tidak perlu mengancam dengan senjata di depan mata.
Cukup dengan layar ponsel, kata-kata yang dirancang meyakinkan, dan rasa percaya yang dibangun perlahan.
Uang kemudian berpindah.
Dalam kasus ini, bahkan rumah ikut menjadi taruhan.
Di dunia digital, jebakan tidak selalu terlihat seperti jebakan.
Kadang ia datang dengan ucapan selamat. Kadang berupa hadiah. Kadang dibungkus sebagai peluang menjadi kaya.Dan ketika korban sadar, semuanya sudah terlambat.
Rp900 juta hilang dalam satu hari.
Yang tersisa bukan hanya kerugian finansial, tetapi pertanyaan panjang: bagaimana mungkin semua itu terjadi begitu cepat? (Red)*











