Menu ✖

Mode Gelap
 

Daerah

Kepala Puskesmas Bontobangun Kembali Disorot Usai Petugas Diduga Ngobrol dan Tertawa Saat Jam Pelayanan


 Kepala Puskesmas Bontobangun Kembali Disorot Usai Petugas Diduga Ngobrol dan Tertawa Saat Jam Pelayanan Perbesar

BULUKUMBA, SuaraRepublik — Kepala Puskesmas Bontobangun, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, kembali mendapat sorotan setelah muncul keluhan warga terkait dugaan sejumlah petugas berbincang di luar kepentingan pelayanan dan tertawa saat jam kerja berlangsung.

Keluhan tersebut disampaikan aktivis senior Komite Konsolidasi Rakyat Bulukumba (KKRB), Arie M Dirgantara. Ia mengaku menyaksikan langsung kejadian itu saat mengantar keluarganya menjalani pemeriksaan kesehatan di bagian pelayanan umum Puskesmas Bontobangun, Jumat (21/8/2026).

Baca Artikel:  Rebuilding Your Career Toolkit to Meet the Needs of Employers
Menurut Arie, saat itu jumlah pasien yang mengantre cukup banyak. Kondisi tersebut membuat keluarganya harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pelayanan.

Di tengah antrean, Arie mengaku mendengar percakapan sejumlah petugas yang dinilai tidak berkaitan dengan pelayanan pasien. Ia juga menyebut suara tawa terdengar dari dalam ruang pelayanan, termasuk dari arah ruang laboratorium, dan beberapa petugas yang sedang asyik dengan ponselnya.

Baca Artikel:  Putusan MA 33 K/Ag/2024 Disorot, KKRB Desak PA Bulukumba Segera Eksekusi
“Peristiwa ini seharusnya bukan hanya dijadikan bahan pelajaran untuk berbenah. Kepala puskesmas sudah seharusnya mengambil sikap tegas dengan memberikan teguran terhadap petugas yang diduga abai dan tidak fokus melayani pada jam kerja,” kata Arie, Rabu (26/8/2026).

Menurut dia, apabila dugaan tersebut terbukti, petugas yang bersangkutan semestinya diberikan sanksi sesuai ketentuan serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Arie Minta Kepala Puskesmas Dievaluasi

Arie menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan melalui rapat internal. Ia meminta dilakukan evaluasi terhadap petugas yang diduga tidak fokus memberikan pelayanan saat jam kerja.

Ia juga mempertanyakan belum adanya permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat setelah keluhan tersebut menjadi perhatian dan diberitakan sejumlah media online.

“Sejauh ini kami menunggu kabar baik berupa adanya tindakan tegas yang diambil oleh kepala puskesmas atas dugaan petugas lalai dan tidak fokus dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Artikel:  Jadwal Pengumuman PLN Meleset 2 Jam, Warga Batukaropa: Ini Informasi atau Sekadar Janji?
Arie bahkan meminta Bupati Bulukumba mempertimbangkan evaluasi terhadap Kepala Puskesmas Bontobangun.

Menurutnya, kepala puskesmas memiliki tanggung jawab memastikan seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional selama jam pelayanan.

“Kami heran, kepala puskesmas sampai hari ini saya tidak pernah mendengar ada narasi permohonan maaf, teguran keras, ataupun pernyataan telah mengecek dan menelusuri kejadian yang saya temukan dan alami langsung itu,” katanya.

Ia menilai persoalan tersebut bukan sekadar masalah komunikasi internal, melainkan berkaitan dengan etika pelayanan publik.

Baca Artikel:  Darurat BBM di Bulukumba, Warga Antre Sejak Subuh hingga Tak Kebagian
“Ini adalah persoalan etika pelayanan. Harusnya ada evaluasi serius terhadap para petugas di puskesmas ini, termasuk pemeriksaan terhadap beberapa petugas yang diduga bergosip dan tertawa pada saat jam pelayanan kantor,” ujar Arie.

Kepala Puskesmas Sebut Sudah Lakukan Evaluasi

Kepala Puskesmas Bontobangun, Hj Yuliana, memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (26/8/2026).

Yuliana mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kualitas pelayanan di Puskesmas Bontobangun.

“Sesama warga Kecamatan Rilau Ale mari kita sama-sama memberikan hal kebaikan dan pelayanan yang baik dan memberitakan hal yang baik,” tulis Yuliana.

Ia mengatakan pihaknya terbuka terhadap kritik, masukan, dan saran dari masyarakat.

Yuliana juga menyebut pihaknya telah menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya dengan menggelar rapat bersama seluruh tim unit layanan.

“Kami selalu terbuka terhadap masukan dan kritikan serta saran perbaikan. Kami sudah tindaklanjuti dengan melakukan rapat dengan seluruh tim unit layanan dengan adanya pemberitaan tersebut,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat menyampaikan keluhan melalui tim pengaduan apabila menemukan persoalan dalam pelayanan.

Baca Artikel:  40 Tahun SMPK St Stefanus Ketang, Perayaan Diisi Basar dan Pentas Seni Siswa
“Harapannya kemarin itu tidak langsung dirilis ke media online. Bisa sebenarnya langsung melaporkan ke tim pengaduan jika mendapatkan hal-hal yang tidak menyenangkan. Tapi terima kasih atas ulasannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujarnya.

Arie Pertanyakan Hasil Rapat

Pernyataan tersebut kembali dipersoalkan Arie. Ia mempertanyakan hasil rapat yang disebut telah dilakukan pihak Puskesmas Bontobangun.

Menurut dia, masyarakat perlu mengetahui langkah konkret yang diambil setelah adanya dugaan petugas tidak fokus melayani pasien.

Baca Artikel:  Have a Preteen or Teen? Protect Them Against Serious Diseases
“Kami kecewa, kepala puskesmas hanya menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan menggelar rapat dengan seluruh unit pelayanan. Tapi mana hasil rapatnya? Apakah rapat itu evaluasi? Kalau evaluasi, apa hasil evaluasinya terhadap para petugas itu?” kata Arie.

“Ini menyangkut pelayanan kesehatan masyarakat, dan publik wajib tahu apa sikap tegas dari pengambil kebijakan di Puskesmas Bontobangun,” lanjutnya.

Arie meminta pihak puskesmas melakukan pemeriksaan internal, termasuk mengecek rekaman kamera pengawas atau CCTV apabila tersedia.

Baca Artikel:  Kabel Semrawut di RSUD Bulukumba Disorot, Dinilai Tak Seharum Nama dan Citra Rumah Sakit
“Kan ada CCTV, silakan cek siapa oknum petugas yang diduga bergosip dan tertawa itu. Pastikan mereka dievaluasi seperti apa, diberikan sanksi atau teguran atau apa. Ini yang kami tunggu dari kepala puskesmas,” tegasnya.

Arie mengatakan pihaknya akan terus mengadvokasi persoalan tersebut sampai ada penjelasan dan langkah konkret dari Puskesmas Bontobangun.

Ia menegaskan dugaan petugas mengobrol dan tertawa saat jam pelayanan bukan informasi yang hanya didengar dari pihak lain, melainkan kejadian yang menurut pengakuannya disaksikan langsung.

“Ini kan peristiwanya saya saksikan langsung. Jadi harusnya kepala puskesmas mengecek kebenarannya dan memeriksa para petugas itu. Takutnya ke depan terjadi peristiwa seperti ini lagi dan hanya ditindaklanjuti dengan rapat internal yang hasilnya tidak disampaikan kepada publik,” katanya.

Baca Artikel:  Dukung Jambore Pelayanan Publik, SMPN 37 Bulukumba Gelar Kerja Bakti di Lapangan Andi Salengke
Menurut Arie, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan.

Ia juga membuka kemungkinan membawa persoalan tersebut ke DPRD Bulukumba melalui rapat dengar pendapat (RDP) apabila tidak ada tindak lanjut yang dinilai memadai.

“Intinya kami ingin ada evaluasi dan pemeriksaan serius terhadap para petugas itu. Kalau memang terbukti bahwa saat jam pelayanan mereka tidak menjalankan tugas sebagaimana mestinya, harus ada tindakan sesuai ketentuan”, Tegasnya.

“Kami juga menunggu penjelasan terbuka kepada masyarakat, termasuk harusnya kami diundang dalam forum tertentu untuk memberikan penjelasan mengenai kronologi peristiwa tersebut, sehingga tidak ada narasi sepihak”, pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Bupati Sidrap Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Kecamatan 2026–2031, Dorong Pemuda Perkuat Gerakan Sosial

28 September 2026 - 06:56

Kabel Semrawut di RSUD Bulukumba Disorot, Dinilai Tak Seharum Nama dan Citra Rumah Sakit

24 September 2026 - 06:14

Dinilai Kurang Ramah, Sikap Petugas Pelayanan Pendaftaran IGD RSUD Bulukumba Dikeluhkan

23 September 2026 - 05:41

Dukung Jambore Pelayanan Publik, SMPN 37 Bulukumba Gelar Kerja Bakti di Lapangan Andi Salengke

23 September 2026 - 03:14

Produksi Beras Sulawesi Selatan Tembus 2,6 Juta Ton, Panen Jadi Penyangga Pangan Nasional

23 September 2026 - 00:13

Jambore Pelayanan Publik Bulukumba Dimulai di Kindang, 20 Lebih Layanan Hadir di Lapangan

22 September 2026 - 16:41

Trending di Daerah
Share via
Copy link