SARAWAK, MALAYSIA | SuaraRepublik – Upaya peningkatan keselamatan kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terus dilakukan.
Puluhan PMI yang bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit di wilayah Sarawak, Malaysia, mengikuti pelatihan keterampilan pemadaman kebakaran, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komunitas PMI Sarawak bersama manajemen perkebunan setempat ini digelar sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang identik dengan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Dalam pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan. Mereka diajarkan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan benar, teknik memadamkan api kecil hingga sedang menggunakan media drum simulasi, serta prosedur evakuasi mandiri saat terjadi kondisi darurat.
Berdasarkan pantauan http://SuaraRepublik.biz.id, suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat.Dalam sebuah foto yang diterima redaksi, tampak seorang PMI dengan sigap menyemprotkan APAR ke arah drum berwarna merah yang sengaja dibakar sebagai simulasi. Kepulan asap putih tebal terlihat membubung, sementara rekan-rekannya yang lain memperhatikan dan mendokumentasikan proses tersebut.
Para peserta dilatih untuk tetap tenang, tidak panik, serta memahami arah angin dan jarak aman saat melakukan pemadaman.Keselamatan Jadi Prioritas
Koordinator Pelatihan dari Komunitas PMI Sarawak menegaskan bahwa pelatihan ini sangat krusial mengingat lokasi kerja PMI yang berada jauh dari jangkauan pemadam kebakaran resmi pemerintah setempat.
“Mayoritas PMI kita bekerja di pedalaman kebun sawit yang aksesnya jauh dari Damkar. Jika terjadi kebakaran kecil, mereka harus bisa menangani sendiri sebelum api membesar. Kami ingin memastikan para pekerja migran Indonesia memiliki kemampuan dasar dalam menangani keadaan darurat. Keselamatan adalah prioritas utama,” jelasnya kepada http://SuaraRepublik.biz.id.Menurutnya, selama ini banyak PMI yang belum memahami cara penggunaan APAR, padahal alat tersebut tersedia di hampir setiap gudang dan mess pekerja.“Kami berharap setelah pelatihan ini, para pekerja dapat bertindak cepat dan tepat apabila terjadi kebakaran. Keselamatan adalah hak dasar setiap pekerja migran,” tambahnya.
Pengakuan Peserta: Lebih Tenang dan Siap
Salah satu peserta, Syamsir (34), PMI asal Jeneponto,Sulswesi-Selatan yang telah tiga tahun bekerja di Sarawak, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Jujur, selama ini kami hanya fokus kerja di kebun. Tidak pernah terpikir bagaimana kalau ada kebakaran di mess atau di gudang. Sekarang kami jadi tahu cara pakai APAR, cara cabut pengamannya, dan harus lari kemana kalau apinya besar. Ini membuat kami lebih tenang dan merasa lebih aman,” ungkap Syamsir.
Hal senada disampaikan peserta lainnya yang berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan rutin setiap tahun.
Komitmen Bersama Lindungi PMI
Program ini menjadi bukti komitmen bersama untuk memberikan perlindungan maksimal bagi PMI di Malaysia. Ke depan, pelatihan serupa akan digelar secara berkala, tidak hanya tentang kebakaran, tetapi juga tentang pertolongan pertama pada kecelakaan kerja (P3K) dan keselamatan penggunaan alat berat.
Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan PMI di Sarawak semakin profesional, tanggap darurat, dan terlindungi hak keselamatannya selama bekerja di negeri jiran.
—
Laporan: Jurnalis http://SuaraRepublik.biz.id – Sarawak, Malaysia
*Editor: Redaksi http://SuaraRepublik.biz.id*











